Langsung ke konten utama

Amoniak 2 (Sifat-Sifat Amoniak)

Amoniak adalah senyawa yang tersusun dari nitrogen dan hidrogen dengan rumus NH3.
Sifat-sifat amoniak adalah :

  • Titik beku -77,74oC dan titik didih -33,5oC
  • Pada suhu dan tekanan biasa bersifat gas dan tidak berwarna, beratnya lebih ringan dan baunya merangsang
  • Amoniak memiliki sifat basa, larutan amoniak yang pekat mengandung 28%-29% amoniak pada suhu 25oC
  • Amoniak mudah kuat dalam air, pada tekanan 1 atm dan suhu 0oC kelarutannya 422,8% amoniak dalam air berbentuk ammonium hidroksida
  • Pada pH rendah amoniak menjadi NH4+


Kondisi amoniak yang tinggi pada permukaan air akan menyebabkan kematian ikan yang terdapat pada perairan tersebut. Konsentrasi amoniak bebas dapat meningkat seiring dengan peningkatan pH dan pengaruh hambatannya pada bakteri nitrobacter lebih tinggi daripada penghambatannya untuk nitrosomonas. Amoniak bersifat larut dalam air dan amoniak dalam bentuk larutan dapat didesorbsi. Hanya amoniak dalam bentuk gas yang dapat didesorbsi yaitu dalam bentuk tidak terionosasi (NH3).

Pada limbah yang tidak diolah, nitrogen dijumpai dalam bentuk nitrogen organik dan komponen ammonium. Nitrogen organik tersebut akan diubah oleh aktivitas mikroba menjadi ion ammonium. Bila kondisi lingkungan mendukung maka mikroba nitrifikasi akan mampu mengoksidasi amoniak. Mikroba tersebut bersifat autropik yaitu mendapatkan energinya melalui proses oksidasi dari ion ammonium atau nitrit yang tesedia.

Bahan organik yang mengandung bahan nitrogen bila mengalami oksidasi pada perlakuan penanganan limbah secara biologis maka akan menghasilkan amoniak dari persenyawaan yang terbentuk dan persenyawaan tersebut akan dijumpai dalam bentuk larutan.

Toksitas

Amoniak pada konsentrasi rendah dapat dikenali karena baunya menyengat, dalam kondisi konsentrasi tinggi sangat berpengaruh terhadap alat pernafasan.
Gejala-gejala keracunan amoniak :

  • Amoniak dalam bentuk uap atau gas menyebabkan rangsangan dngan membentuk gelembung-gelembung gas berisi air pada selaput lendir alat pernafasan. Amoniak dalam keadaan pekat dapat menimbulkan radang mata, racang tenggorokan, dan tubuh lemas
  • Kontak dengan kulit menimbulkan luka bakar dan kulit melepuh
  • Larutan amoniak yang tertelan atau terminum dapat menimbulkan gejala gangguan patologis yaitu gangguan terhadap organ-organ dalam seperti hati, ginjal, dan menimbulkan komplikasi.

Komentar

Meri Enlina mengatakan…
trimakasi sangat membantu datanya.

Postingan populer dari blog ini

Syarat Pembuatan Kompos

Agar pembuatan kompos berhasil, beberapa syarat yang diperlukan antara lain: Ukuran bahan mentah. Sampai pada batas tertentu, semakin kecil ukuran potongan bahan mentahnya, semakin cepat pula waktu pembusukannya. Penghalusan bahan akan meningkatkan luas permukaan spesifik bahan kompos sehingga memudahkan mikroba dekomposer untuk menyerang dan menghancurkan bahan-bahan tersebut. Meskipun demikian, kalau penghalusan bahan terlalu kecil, timbunan akan menjadi mampat sehingga udara sedikit. Ukuran bahan sekitar 5-10 cm sesuai untuk pengomposan ditinjau dari aspek sirkulasi udara yang mungkin terjadi. Untuk mempercepat proses pelapukan, dilakukan pemotongan/mencacah daun-daunan, ranting-ranting dan material organis lainnya secara manual dengan tangan atau mesin. Untuk pembuatan kompos skala industri, tersedia mesin penggilingan bertenaga listrik yang dirancang khusus untuk memotong atau mencacah bahan organis limbah pertanian menjadi potongan-potongan yang cu...

Ambang Batas Pendengaran Manusia Infrasonik dan Ultrasonik Pada Frekuensi Gelombang Bunyi

Telinga manusia memiliki keterbatasan kemampuan pendengaran berdasarkan besar kecil frekuensi bunyi yang didengar. Frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh manusia normal disebut dengan frekuensi audio . A. Batas terkecil : Frekuensi Infrasonic / Infrasonik = di bawah 20 hz Contoh makhluk hidup yang mampu mendengar frekuensi infrasonik adalah jangkrik, ikan lumba-lumba dan kelelawar/codot, gajah, burung merpati, dll. B. Batas terbesar : Frekuensi Ultrasonic / Ultrasonik = di atas 20.000 hz Contoh makhluk hidup yang mampu mendengar frekuensi ultrasonik adalah kelelawar/kalong, kucing, anjing, tikus, belalang, dsb. C. Beberapa kemampuan hewan dalam menangkap gelombang frekuensi bunyi : - Kelelawar menggunakan frekuensi 100.000 hz untuk navigasi gerakan terbang. - Anjing dapat mendengar hingga 40.000 hz - Kucing memeiliki kepekaan pendengaran dari 100 sampai 60.000 hz. - Kudanil menggunakan frekuensi infrasonic 5hz untuk berkomunikasi antar sesama kuda nil. - Gajah mampu menangkap...